Manfaat Bermimpi Bagi Kesehatan Tubuh

0
1181
Foto. Dok. Vogue.

Ada ungkapan bahwa mimpi adalah bunga tidur. Hal tersebut ada benarnya karena sedikit banyak berpengaruh bagi kesehatan tubuh.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience, menemukan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu tidurnya dalam keadaan rapid-eye-movement (REM), yaitu fase di mana mengalami mimpi, memiliki tingkat aktivitas kecemasan dan ketakutan yang lebih rendah di dalam otak jika ia mengalami hal mengejutkan di kemudian hari.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang yang mendapatkan cukup fase tidur REM saat tidur lebih kebal terhadap gangguan stres pasca trauma. Dengan kata lain, bermimpi saat tidur membuat seseorang tidak mudah mengalami trauma setelah kejadian mengerikan.

Penelitian ini juga bukan pertama kalinya yang menunjukkan bagaimana fase REM saat tidur memberi manfaat pada tubuh. Profesor psikologi University of California, Matthew Walker, dalam bukunya Why We Sleep, mengungkapkan bahwa selama fase REM atau bermimpi saat tidur, ada banyak aktivitas yang terjadi pada otak, yaitu secara visual otak (melihat sesuatu saat memejamkan mata), motorik, emosi, dan aktifnya autobiologi memori.

Bukan hanya itu, peneliti menyebutkan bahwa orang yang bermimpi saat tidur ternyata punya perasaan lebih peka terhadap ekspresi dan gerak-gerik orang dibanding mereka yang kurang tidur. Jadi, bermimpi diibaratkan seperti terapi yang membuat otak lebih sensitif dan peka, juga lebih fokus terhadap apa yang terjadi di sekitar kita di saat terjaga.

Kebanyakan hanya orang yang mendapatkan cukup tidur yang mengalami fase REM, atau bermimpi ini. Jadi, bersyukurlah jika bermimpi saat tidur, karena ternyata bermimpi itu sehat, bahkan jika mimpi itu buruk, semua itu pasti ada alasannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here